Selasa, 19 Oktober 2010

KASIH YANG TLAH PERGI

Aku berdiri di ambang keraguan hati
Tak tahu kemana lagi aku harus berlari
Mengejar bayanganmu yang semakin jauh pergi
Meninggalkan kepedihan di sudut hati
Kasih..
Tahukah dirimu..
Kini aku sendiri terbalut sepi
Mununggumu tapi kau tak jua kembali
Aku ingin sekali bercerita seperti camar-camar di sini
Bercerita banyak tentang kehidupan
Hingga tak ingat untuk pulang
Tapi semuany tlah berakhir
kini kau t’lah pergi jauh
Seperti angin yang berembus
Bahkan jejeakmu pun tak pernah ku temui

Rabu, 11 Agustus 2010

Seniman Matahari

Karena cerpen ini nggak lolos di perlombaan, maka dengan suka rela akan saya share di sini. Mohon komentarnya dari pemaca sekalian, barang kali masih terdapat banyak kesalahan, baik itu bahasa, alur cerita, cara penyampaian, dan sebagainya. Mohon di komentari ya...



----------------------------------------------------------------------------------------------------

SENIMAN MATAHARI

Karena semuanya nggak harus diungkapkan dengan kata-kata




Siang yang panas. Matahari berada tepat di atas kepala. Seorang gadis berdiri di sebuah taman sekolah tak jauh dari lapangan volly. Gadis itu melempar pandangannya jauh ke arah lapangan volly. Tatapannya jatuh pada seorang cowok bernomor punggung 39.

Senin, 12 Juli 2010

Kangen Kamu

Bertahun-tahun lamanya kita tak bersua
Berbulan-bulan lamanya kita tak bertukar kabar dan cerita
Mungkin sejak saat itu
Saat hati tak lagi saling mengerti
Saat emosi tlah menguasai diri

Aku tak ingat lagi sejak kapan
Aku hanya merasa ada sesuatu yang berbeda
Ada sesuatu yang hilang ketika kamu pergi
Dan aku merasa sangat kehilangan kamu

Tak ada lagi yang membuatku marah, sedih, menangis, dan tertawa.
Tak ada lagi yang menyanyikan lagu untukku setiap malam
Tak ada lagi yang selalu bertanya "lagi di mana? Sama siapa? Dan sedang berbuat apa?"
Tak ada lagi ledekan-ledekan itu
Dan tak ada lagi telphon dan sms yang masuk hampir setiap jam

Aku kangen..
Kangen saat-saat bersamamu
Kangen suara cemprengmu
Kangen kebawelanmu
Kangen keanehanmu
Kangen ketololanmu
Dan kangen perhatianmu

Aku kangen pada kamu
Kangen pada kamu yang sering marah-marah saat aku nyuekin kamu
Kangen pada kamu yang sering menceritakan apapun kepadaku
Kangen pada kamu yang selalu khawatir dengan keadaanku
Kangen pada kamu yang selalu mengaturku
Dan aku sangat kangen pada kamu dan semua tentang kamu

BENCI!!

Aku tak tahu kenapa
Tak tahu apa yang terjadi pada diriku sebenarnya
Aku hanya ingin berkata
Aku benci kepadamu

Aku benci
Benci pada kebaikanmu
Benci pada perlakuan lembutmu
Benci pada suaramu yang slalu bisa menggetarkan hatiku

Aku benci
Benci pada matamu yang selalu menatapku tajam
Benci pada senyum manismu yang slalu kau tujukan untukku
Benci pada semua yang ada pada dirimu yang menurutku
Hampir sempurna

Aku benci untuk selalu memujamu
Benci untuk slalu mengharapkanmu ada di sampingku
Benci melihatmu dikerumuni banyak gadis-gadis
Dan aku benci untuk tahu bahwa kamu
Memang bukan untukku

MENCINTAIMU

Jatuh cinta padamu seperti menenggak sebotol miras
Hingga membuatku merasa tak sadar
Dan akan membuatku selalu ingin bersamamu
dan menyentuhmu

Bersamu seperti memakai narkotika
Yang membuatku merasa seperti terbang dengan nyaman
Yang akan selalu membuatku ketergantungan dan kecanduan
Hingga sehari tanpamu membuatku hancur

Tapi itu hanya sesaat
Dan ketika aku kehilanganmu
Aku seperti meminum bebutir-butir pil ekstasi
Hingga akhirnya aku over dosis
Dan aku merasa tak kan ada lagi harapan untuk hidup

Aku tak ingin seperti itu
Aku tak ingin mencintaimu dengan cara yang salah.
Aku hanya ingin mencintaimu seperti air
Putih, bersih, dan suci.

By: YULI ASRI ARISTIA PUTRI

Rabu, 30 Juni 2010

Tentang Aku dan Kamu

Bermalam malam lalu aku selalu berpikir
Tentang jawaban hati yang masih tak pasti
Aku memilikimu
Tapi sepertinya aku tak memiliki hatimu
Aku bersamamu
Tapi hatiku bukan untukmu

Berbulan-bulan lamanya aku berpikir dan menimbang-nimbang
Tentang siapa yang aku inginkan
Tapi aku masih tak mengerti

Hari demi hari kujalani bersamamu
Dengan keresahan dan kegundahan
Tak tahu apa yang aku rasakan kepadamu saat itu

Apakah aku menciatamu?
Tapi tak pernah kurasakan getaran-getaran itu saat bersamamu
Tak pernah kurasakan rasa nyaman itu saat kau ada di dekatku
Dan tak pernah kurasakan perasaan sangat bahagia saat aku sadar
Aku memilikimu
Yang slalu ada hanyalah keresahan dan kebimbangan yang terus menghantuiku

Suatu hari aku terpikir untuk berpaling
Tapi hati kecil ku berkata disertai anggukan malaikat kecil bermahkota
Bagaimana bisa aku meninggalkanmu begitu saja?
Lalu berpaling pada orang lain?
Terlalu sadiskah diriku?

Logika berkata lain
Aku tak bisa seperti ini terus
Membohongimu, membohongiku, dan tentunya perasaanku

Aku tak mencintaimu
Dan kamu harus tahu tentang itu

Pada akhirnya kita berpisah
Aku dan kamu
Tak lagi bersatu

Minggu, 06 Juni 2010

Culunkah Orang Berkacamata Itu?


ORANG BERKACAMATA. Mungkin jika kalian mendengar atau melihatnya, kalian mungkin akan beranggapan:

1. Orang itu pinter

2. Orang itu suka membaca

3. Orang itu culun punya (cupu)

4. De el el

Mungkin, sebagian besar orang menganggap bahwa orang berkacama itu CULUN, CUPU, NGGAK GAUL, dan apalah itu istilah-istilah sekarang. Sampe akhirnya banyak orang yang sebenernya butuh pakek kacamata, tapi nggak mau pakek kacamata. Dan alasannya cukup sederhana GAK MAU DIANGGAP CULUN. Cuma karena itu kah?? Padahal jika mereka nggak memakai kacamata, mereka nggak bisa melihat sesuatu yang berada dalam jarak yang lumayan jauh dari mereka, dan itu malah akan membahayakan diri mereka sendiri.