Di lorong kecil itu
Rembulan tampak tersenyum
Memandangi kita dari atas sana
Di lorong kecil itu
Rumput tampak malu-malu
Ketika kita duduk berdampingan
Layaknya sepasang kekasih yang tak kan pernah terpisahkan
Di lorong kecil itu
Bunga-bunga membungkus diri mereka
Sepertinya mereka cemburu
Karena ternyata kau tlah memilihku
Di lorong kecil itu
Satu kenangan tlah terjadi
Tersimpan hangat dalam memori hati
Yang tak kan pernah terformat sampai nanti
Di lorong kecil yang penuh kenangan
?
19 Maret 2011
saat memori itu tiba-tiba terputar lagi
Minggu, 20 Maret 2011
Rabu, 09 Februari 2011
CINTA YANG SALAH
Aku menikmati perasaan itu. Perasaan berdebar-debar setiap kali berada di dekatmu. Ya, seperti saat ini. Saat tembok di antara kita sepertinya sudah tak ada.
Senyummu mengembang. Begitu mempesona. Rambut ikal panjangmu berkibar ditiup angin pantai. Cantik . Dan sebuah perasaan itu mendorongku untuk tersenyum melihat makhluk ciptaan tuhan di hadapanku. Kamu.
Ya. Kamu.
"Kenapa?" Senyummu mengembang untuk yang kesekian kalinya. Memancarkan rona merah di kedua pipimu. Berpadu dengan warna jingga yang membentang di atas langit. Indah. Sepertinya lebih dari itu.
Aku menggeleng, Kemudian mengangkat kamera digital di tanganku. Mengambil beberapa gambar tentang dirimu.
*****
Selasa, 19 Oktober 2010
KASIH YANG TLAH PERGI
Aku berdiri di ambang keraguan hati
Tak tahu kemana lagi aku harus berlari
Mengejar bayanganmu yang semakin jauh pergi
Meninggalkan kepedihan di sudut hati
Tak tahu kemana lagi aku harus berlari
Mengejar bayanganmu yang semakin jauh pergi
Meninggalkan kepedihan di sudut hati
Kasih..
Tahukah dirimu..
Kini aku sendiri terbalut sepi
Mununggumu tapi kau tak jua kembali
Tahukah dirimu..
Kini aku sendiri terbalut sepi
Mununggumu tapi kau tak jua kembali
Aku ingin sekali bercerita seperti camar-camar di sini
Bercerita banyak tentang kehidupan
Hingga tak ingat untuk pulang
Bercerita banyak tentang kehidupan
Hingga tak ingat untuk pulang
Tapi semuany tlah berakhir
kini kau t’lah pergi jauh
Seperti angin yang berembus
Bahkan jejeakmu pun tak pernah ku temui
kini kau t’lah pergi jauh
Seperti angin yang berembus
Bahkan jejeakmu pun tak pernah ku temui
Rabu, 11 Agustus 2010
Seniman Matahari
Karena cerpen ini nggak lolos di perlombaan, maka dengan suka rela akan saya share di sini. Mohon komentarnya dari pemaca sekalian, barang kali masih terdapat banyak kesalahan, baik itu bahasa, alur cerita, cara penyampaian, dan sebagainya. Mohon di komentari ya...
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Siang yang panas. Matahari berada tepat di atas kepala. Seorang gadis berdiri di sebuah taman sekolah tak jauh dari lapangan volly. Gadis itu melempar pandangannya jauh ke arah lapangan volly. Tatapannya jatuh pada seorang cowok bernomor punggung 39.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
SENIMAN MATAHARI
Karena semuanya nggak harus diungkapkan dengan kata-kataSiang yang panas. Matahari berada tepat di atas kepala. Seorang gadis berdiri di sebuah taman sekolah tak jauh dari lapangan volly. Gadis itu melempar pandangannya jauh ke arah lapangan volly. Tatapannya jatuh pada seorang cowok bernomor punggung 39.
Senin, 12 Juli 2010
Kangen Kamu
Bertahun-tahun lamanya kita tak bersua
Berbulan-bulan lamanya kita tak bertukar kabar dan cerita
Mungkin sejak saat itu
Saat hati tak lagi saling mengerti
Saat emosi tlah menguasai diri
Aku tak ingat lagi sejak kapan
Aku hanya merasa ada sesuatu yang berbeda
Ada sesuatu yang hilang ketika kamu pergi
Dan aku merasa sangat kehilangan kamu
Tak ada lagi yang membuatku marah, sedih, menangis, dan tertawa.
Tak ada lagi yang menyanyikan lagu untukku setiap malam
Tak ada lagi yang selalu bertanya "lagi di mana? Sama siapa? Dan sedang berbuat apa?"
Tak ada lagi ledekan-ledekan itu
Dan tak ada lagi telphon dan sms yang masuk hampir setiap jam
Aku kangen..
Kangen saat-saat bersamamu
Kangen suara cemprengmu
Kangen kebawelanmu
Kangen keanehanmu
Kangen ketololanmu
Dan kangen perhatianmu
Aku kangen pada kamu
Kangen pada kamu yang sering marah-marah saat aku nyuekin kamu
Kangen pada kamu yang sering menceritakan apapun kepadaku
Kangen pada kamu yang selalu khawatir dengan keadaanku
Kangen pada kamu yang selalu mengaturku
Dan aku sangat kangen pada kamu dan semua tentang kamu
Berbulan-bulan lamanya kita tak bertukar kabar dan cerita
Mungkin sejak saat itu
Saat hati tak lagi saling mengerti
Saat emosi tlah menguasai diri
Aku tak ingat lagi sejak kapan
Aku hanya merasa ada sesuatu yang berbeda
Ada sesuatu yang hilang ketika kamu pergi
Dan aku merasa sangat kehilangan kamu
Tak ada lagi yang membuatku marah, sedih, menangis, dan tertawa.
Tak ada lagi yang menyanyikan lagu untukku setiap malam
Tak ada lagi yang selalu bertanya "lagi di mana? Sama siapa? Dan sedang berbuat apa?"
Tak ada lagi ledekan-ledekan itu
Dan tak ada lagi telphon dan sms yang masuk hampir setiap jam
Aku kangen..
Kangen saat-saat bersamamu
Kangen suara cemprengmu
Kangen kebawelanmu
Kangen keanehanmu
Kangen ketololanmu
Dan kangen perhatianmu
Aku kangen pada kamu
Kangen pada kamu yang sering marah-marah saat aku nyuekin kamu
Kangen pada kamu yang sering menceritakan apapun kepadaku
Kangen pada kamu yang selalu khawatir dengan keadaanku
Kangen pada kamu yang selalu mengaturku
Dan aku sangat kangen pada kamu dan semua tentang kamu
BENCI!!
Aku tak tahu kenapa
Tak tahu apa yang terjadi pada diriku sebenarnya
Aku hanya ingin berkata
Aku benci kepadamu
Aku benci
Benci pada kebaikanmu
Benci pada perlakuan lembutmu
Benci pada suaramu yang slalu bisa menggetarkan hatiku
Aku benci
Benci pada matamu yang selalu menatapku tajam
Benci pada senyum manismu yang slalu kau tujukan untukku
Benci pada semua yang ada pada dirimu yang menurutku
Hampir sempurna
Aku benci untuk selalu memujamu
Benci untuk slalu mengharapkanmu ada di sampingku
Benci melihatmu dikerumuni banyak gadis-gadis
Dan aku benci untuk tahu bahwa kamu
Memang bukan untukku
Tak tahu apa yang terjadi pada diriku sebenarnya
Aku hanya ingin berkata
Aku benci kepadamu
Aku benci
Benci pada kebaikanmu
Benci pada perlakuan lembutmu
Benci pada suaramu yang slalu bisa menggetarkan hatiku
Aku benci
Benci pada matamu yang selalu menatapku tajam
Benci pada senyum manismu yang slalu kau tujukan untukku
Benci pada semua yang ada pada dirimu yang menurutku
Hampir sempurna
Aku benci untuk selalu memujamu
Benci untuk slalu mengharapkanmu ada di sampingku
Benci melihatmu dikerumuni banyak gadis-gadis
Dan aku benci untuk tahu bahwa kamu
Memang bukan untukku
MENCINTAIMU
Jatuh cinta padamu seperti menenggak sebotol miras
Hingga membuatku merasa tak sadar
Dan akan membuatku selalu ingin bersamamu
dan menyentuhmu
Bersamu seperti memakai narkotika
Yang membuatku merasa seperti terbang dengan nyaman
Yang akan selalu membuatku ketergantungan dan kecanduan
Hingga sehari tanpamu membuatku hancur
Tapi itu hanya sesaat
Dan ketika aku kehilanganmu
Aku seperti meminum bebutir-butir pil ekstasi
Hingga akhirnya aku over dosis
Dan aku merasa tak kan ada lagi harapan untuk hidup
Aku tak ingin seperti itu
Aku tak ingin mencintaimu dengan cara yang salah.
Aku hanya ingin mencintaimu seperti air
Putih, bersih, dan suci.
By: YULI ASRI ARISTIA PUTRI
Hingga membuatku merasa tak sadar
Dan akan membuatku selalu ingin bersamamu
dan menyentuhmu
Bersamu seperti memakai narkotika
Yang membuatku merasa seperti terbang dengan nyaman
Yang akan selalu membuatku ketergantungan dan kecanduan
Hingga sehari tanpamu membuatku hancur
Tapi itu hanya sesaat
Dan ketika aku kehilanganmu
Aku seperti meminum bebutir-butir pil ekstasi
Hingga akhirnya aku over dosis
Dan aku merasa tak kan ada lagi harapan untuk hidup
Aku tak ingin seperti itu
Aku tak ingin mencintaimu dengan cara yang salah.
Aku hanya ingin mencintaimu seperti air
Putih, bersih, dan suci.
By: YULI ASRI ARISTIA PUTRI
Langganan:
Postingan (Atom)

